Sesungguhnya peringatan itu memberi manfaat kepada mukmin

"Sesungguhnya Allah telah membeli daripada orang-orang yang beriman (mukmin), jiwa dan harta benda mereka dengan memberikan syurga kepada mereka, disebabkan mereka berjuang di jalan Allah, …. Maka bergembiralah dengan jual beli yang telah kamu lakukan dan itulah kemenangan yang seagung-agungnya". (At-Taubah: 111)

Perjalanan kehidupan seseorang menuntut kepada suatu perjuangan yang terkandung didalamnya nilai pengorbanan. Seseorang pejuang sudah pasti mengimpikan suatu kejayaan yang memerlukan pengorbanan. Seiring dengan pengorbanan itu sudah pasti perlukan ketabahan, keyakinan, semangat dan matlamat kejayaan yang jelas dan jitu demi memastikan kejayaan yang dimiliki akan membuahkan kebahagiaan kepada si pejuang. Sesungguhnya kehidupan adalah memberi bukan sekadar menerima...ia juga untuk dimanfaatkan sebagai bekalan kehidupan abadi.

“Ya Allah, ampunilah kesalahanku, kebodohanku, sikapku yang melampaui batas dalam urusanku, dan semua dosaku yang Engkau lebih mengetahui mengenainya daripada diriku sendiri. Ya Allah, ampunilah kesungguhanku, kelalaianku, kesalahanku dan kesengajaanku yang semua itu ada pada diriku.” (Hadis riwayat Imam Al-Bukhari dan Muslim)

Tuesday, December 13, 2011

Perkahwinan Ibarat Sebuah Bahtera

Kita sering menghitung hari dan berada dalam dilemma ke mana arah bahtera perkahwinan kita ini. Adakah akan sampai ke destinasi yang dituju atau hanya sekadar singgah di pelabuhan sementara. Saat kasih sayang menghampar indah kita percaya dan berasa penuh keyakinan bahtera ini akan selamat dan tidak akan dipukul pukul ribut. Namun siapa kita untuk menduga dan mentafsir suratan takdir tak kala badai dan ombak tsunami rumahtangga datang menjengah tanpa kita bersedia. Apa yang berlaku kita yang menjadi nakhoda bersama pasangan pasti akan tergugat perasaan saat menerima ujian sebegini. Maka akan timnul persoalan pada diri...
Bolehkah kita meneruskan perjalanan kehidupan menggunakan bahtera ini?
Mampukah kita untuk meneruskan kemudi?
Cukup tabahkah dan cukup kuatkah kita untuk menepis ombak besar yang datang membadai?
Adakah bantuan yang bakal datang untuk kita saat kita memerlukan?
Bolehkah kita menyelamatkan anak kapal saat kita menyerah kalah untuk mengemudi bahtera?
Adakah kita masih ada saki baki kasih sayang kepada bahtera yang sudah sekian lama kita kemudi?
Atau sememangnya kita telah berputus asa untuk meneruskan perjalanan?

Ternyata akan ada pelbagai soalan akan bermain diminda kepada kita selaku nakhoda yang mengemudi bahtera...Biar apapun persoalan itu percayalah diri...

KAPAL YANG TIDAK DILAMBUNG OMBAK MANAKAN TAHU KEKUATANNYA..
MANUSIA YANG TIDAK DIUJI MANAKAN TAHU POTENSI DIRINYA... 

No comments:

Post a Comment